Pertanian Ekologis

/Pertanian Ekologis
Pertanian Ekologis 2015-01-06T11:42:02+00:00

Pengembangan pertanian organik menjadi dasar pengembangan bagi terwujudnya pertanian berkelanjutan. Pertanian ini dipengaruhi oleh faktor alam dan manusia. Akhir-akhir ini, sektor pertanian cenderung terfokus pada produksi dan masih sedikit perhatian pada kedua faktor tersebut. Alam dan manusia diposisikan sebagai alat produksi, sehingga mengakibatkan adanya sebuah kondisi dimana mereka menjadi tereksploitasi. Ekploitasi ini mengakibatkan penurunan kesuburan tanah melalui penggunaan sarana produksi kimia secara intensif untuk mencapai target produksi. Pada kondisi ini, petani tidak mendapatkan keuntungan karena mereka telah mengeluarkan biaya yang tinggi untuk usaha taninya, selain itu petani juga masih dirugikan oleh adanya sistem perdagangan hasil pertanian yang tidak berpihak pada petani.

Berdasarkan kondisi tersebut di atas, Yayasan FIELD-Indonesia bersama-sama dengan Ikatan Petani PHT Indonesia di Propinsi Lampung telah melakukan sebuah program pengembangan pertanian ekologis oleh petani sejak Desember tahun 2003 yang lalu, didukung oleh Hivos Belanda.

Program tersebut dilaksanakan di dua kabupaten, Kabupaten Tulang Bawang dan Tanggamus Propinsi Lampung. Di Kabupaten Tulang Bawang, program dilaksanakan di Desa Makarti, Kecamatan Tumijajar dan Desa Patoman, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Tanggamus.

Kegiatan satu tahun program difokuskan pada penyusunan kurikulum, pelatihan untuk petani, penerapan Sekolah Lapangan Organik, pelaksanaan riset aksi untuk pemasaran, dan kegiatan pertemuan evaluasi dan tukar pengalaman hasil program.

Melalui kegiatan ini dapat membangun kesadaran petani untuk pengelolaaan dan pemanfaatan SDA lokal; Meningkatkan kemampuan petani untuk melakukan studi dalam mencari alternatif solusi sehingga terjadi perubahan pola pikir dan meningkatnya kreatifitas; serta mensosialisasikan hasil program kepada petani, Masyarakat luas, Swasata dan pemda.

This post is also available in: English