Building Disater and Climate Change  Resilience in Padang Pariaman  Farmer Communities, West Sumatra (Field-Bumi Ceria)

Field-Bumi Ceria merupakan program untuk menyiapkan masyarakat menghadapi risiko bencana, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim pada komunitas petani di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Program ini dilaksanakan sepenuhnya oleh Field Indonesia melalui dukungan oleh United States Agency for International Development (USAID) sejak 1 Oktber 2010 hingga 29 Maret 2013.

Sepanjang rentang waktu program Field-Bumi Ceria pertama, telah memfasilitasi rangkaian kegiatan sekolah lapangan di 20 nagari (setingkat desa).   Program ini telah menjalankan 100 unit sekolah lapangan dengan berbagai tema yang berkaitan erat dengan issue bencana dan perubahan iklim di lahan petani.

Dengan kegiatan Sekolah lapangan tersebut telah menjangkau 2.500 orang dan sebagai  kader perubahan di tingkat nagari.  Kader-kader ini bekerja dengan para pihak dalam jaringan antar nagari dan menjadi bagian dari perluasan dampak program Field-Bumi Ceria.  Selain itu, diseminasi dan berbagai pelatihan berupaya meningkatkan kapasitas 3.000 orang dalam hal pengurangan risiko bencana, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Pada tahap awal, program ini menjangkau 10 nagari di Kabupaten Padang Pariaman, yakni: Kasang, Kec. Batang Anai; Batu Kalang Kec. Padang Sago, Guguk, Kec. 2×11 Kayu Tanam; Sikucur; Kec. V Koto Kp. Dalam, Ulakan, Kec. Ulakan Tapakis; Kudu Gantiang, Kec. V Koto Timur; Lurah Ampalu, Kec. VII Koto Sungai Sarik; Kataping, Kec. Batang Anai; Koto Baru, Kec. Padang Sago; Pakandangan, Kec. Enam Lingkung.

Field-Bumi Ceria bekerja bersama dengan masyarakat dan pemerintahan nagari dan melibatkan partisipasi semua pihak termasuk pemerintah, swasta, lembaga swadaya masyarakat, media dan lainnya.

Kesetaraan gender menjadi cara pandang yang menyeluruh dalam setiap kegiatan dan implementasi program.  Selain itu, program juga mendukung jaringan antar masyarakat untuk memberikan daya dongkrak terhadap dampak-dampak program.

This post is also available in: English